Meskipun nggak semuanya sesuai sama kemampuan kita, tapi kayaknya seru aja gitu buat diikutin. Hehehe, bener nggak?. Nah, kalau kamu termasuk orang yang selalu mengikuti tren di media sosial, bisa jadi itu tanda FOMO, lho!
Pengertian dan Asal Usul Istilah FOMO
Dotcom bubble? Yup, Ini adalah sebutan ketika teknologi dan internet sedang berkembang pesat. Ditambah kehadiran Friendster, media sosial paling hits di jamannya.
Om Patrick berpikir kalau kemunculan Friendster dan internet mempengaruhi manusia untuk live to the fullest alias tidak ingin kehilangan momen apapun.
Di kampusnya, Om Patrick juga ketemu orang-orang seperti ini. Murid di sana berusaha untuk terlihat paling gaul dan update. Mereka nggak pengen ketinggalan tren, berita, atau apapun yang lagi ramai dibicarakan.
Dia pun memutuskan untuk menulis sebuah artikel yang berjudul “Social Theory at HBS: McGinnis’ Two FOs” pada tahun 2004. Di artikel inilah kata FOMO pertama kali muncul.
FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out, yang berarti kecemasan jika kehilangan momen atau informasi. FOMO menyebabkan seseorang merasa tertinggal dan berpikir bahwa kehidupan orang lain di media sosial lebih menyenangkan dibanding hidupnya sendiri.
Itu sebabnya, mereka berusaha mengikuti tren demi terlihat bahagia dan keren.
Selanjutnya, Mengapa Orang Bisa FOMO?
Selain Coldplay, media sosial juga menampilkan tren lain di bidang makanan, wisata, fashion, sampai gaya hidup. Masih ingat Kue Odading Mang Oleh? Sekilas tampak biasa saja, tetapi karena viral di Tiktok, banyak orang yang rela antre untuk membeli demi mengunggahnya ke media sosial.
Contoh lainnya pas liat postingan temen liburan ke Bali, kamu mungkin ngebatin kayak gini: “Coba aja kalau gue ada di sana, pasti seru banget. Ah, sayang, gue cuma bisa rebahan, bukan liburan kayak orang-orang”. Kamu jadi mempertanyakan kenapa hidup kamu ngebosenin, sedangkan hidup orang terlihat menyenangkan.
Atau misalnya, teman kamu pergi ke tempat yang estetik terus bikin review-nya di Tiktok. Kamu bisa aja ngerasa “Anjiiir, cuma gue doang yang belum kesitu!” Itulah yang dinamakan FOMO. Takut kalau cuma kamu satu-satunya orang yang kehilangan momen dan nggak up to date.
Meskipun media sosial banyak memberi informasi, kehadirannya bisa membuat kita kecanduan untuk menonton hidup orang lain dan terobsesi untuk melakukan hal yang sama. Padahal, setiap orang memiliki keadaan finansial dan gaya hidup yang berbeda.
Dampak Negatif FOMO
1. Insecure
Awalnya, kamu merasa iri ketika melihat kehidupan orang lain di Instagram yang terkesan sempurna. Lambat laun, kamu jadi insecure dan menganggap hidup kamu nggak ada apa-apanya dibanding mereka.
Selanjutnya, 2. Bertindak Impulsif
Perilaku ini mirip dengan konsumtif karena bersenang-senang tanpa memikirkan jangka panjang, apalagi kalau kamu punya tabungan atau sesuatu yang lebih mendesak di masa depan. Yuk, kurang-kurangin FOMO-nya biar bisa nabung!
3. Mengganggu Produktivitas
Tanggung jawab kamu tak kunjung selesai karena perhatian kamu teralihkan oleh media sosial. Alangkah baiknya, jika kamu mematikan notifikasi akun media sosialmu selama beraktivitas.
Cara Mengatasi FOMO
1. Journaling
Dengan jurnal, kamu punya memori untuk dikenang. It’s not always come to Instagram Story, right? Menurut Dr. James Pennebaker, journaling dapat menurunkan tingkat depresi dan anxiety, serta meningkatkan kualitas hubungan sosial manusia.
2. Mengobrol dengan Teman
Try to seek real connections instead of engagement. Supaya nggak ngerasa ketinggalan, ajak temen kamu video call, nonton film online bareng, dan cerita. Udah lama ‘kan nggak denger kabar mereka?
Selanjutnya, 3. Fokus Mengembangkan Hobi
Perbedaan FOMO dan JOMO
Bahkan, mereka memilih untuk menonaktifkan media sosial atau berselancar di dunia maya secukupnya. JOMO membuat manusia lebih menghargai apa yang ia peroleh di masa sekarang dan menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.
Apakah itu kamu? Yuk ceritain lewat kolom komentar, kamu itu FOMO atau JOMO?. Media sosial emang bikin ketagihan, tapi jangan sampai FOMO dan insecure dengan hidup saat ini.
Referensi: