Category: Instagram

  • Arsip Instagram Dihapus, Ini Cara Melindungi Foto dan Video Anda

    Archive Instagram Dihapus,Arsip Instagram Dihapus,Media Sosial,Tutorial Instagram,Trik Instagram Terbaru,Instagram,Tips Instagram,Archive Instagram Hilang,Archive Instagram Story,Archive Instagram Dihapus 2024,Archive Instagram,Archive of Instagram Posts,Archive Instagram Post,Archive Instagram Stories,Arsip Instagram Hilang,Arsip Instagram Story Hilang
    Ilustrasi: Arsip Instagram Dihapus
    SAFAHAD Technology – Dikabarkan bahwa Instagram berencana untuk menghilangkan fitur Archive dari Instagram Story. Berita ini mencuat ke publik karena pengguna di media sosial melaporkan bahwa arsip cerita mereka sudah hilang, tidak dapat diputar, atau bahkan mengalami masalah dengan “freezing”.

    Sebelumnya, fitur ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk menyimpan cerita yang telah dibagikan dan meninjaunya kembali kapan pun mereka mau. Dengan penghapusan fitur ini, akses pengguna tidak ada lagi terhadap penyimpanan dan peninjauan momen-momen sebelumnya melalui Stories.

    Dampaknya cukup besar bagi mereka yang rutin menggunakan archive sebagai cara mendokumentasikan kenangan atau konten tertentu. Maka dari itu, jika memang Instagram memutuskan untuk menghapus fitur ini, penting bagi pengguna untuk segera mengambil langkah-langkah guna menyelamatkan arsip cerita sebelum semuanya hilang.




    Untuk mencegah kehilangan foto-foto dan video yang tersimpan di arsip Instagram, para pengguna bisa melakukan penyimpanan ke Google Drive sebagai langkah antisipasi.

    Berikut adalah panduan dari SafahadTech tentang cara melindungi foto dan video Anda yang dirangkum dari berbagai sumber. Berikut Cara Menyimpan Arsip Cerita Instagram ke Google Drive.

    Cara Menyimpan Arsip Cerita Instagram ke Google Drive

    1. Unduh Cerita dari Arsip Instagram:

    • Buka Aplikasi Instagram.

    • Masuk ke profil Anda kemudian klik ikon menu (tiga garis) di sudut kanan atas.

    • Pergi ke Bagian Archive.

    • Pilih opsi Your Activity lalu akses bagian Archive untuk melihat semua cerita yang telah diarsipkan.

    Baca Selengkapnya, 2. Unduh Cerita:

    2. Unduh Cerita:

    • Pilih cerita yang ingin anda simpan lalu tekan ikon titik tiga di pojok kanan bawah cerita .

    • Pilih opsi Save Photo/Video agar gambar/video tersebut tersimpan di galeri ponsel Anda.

    • Ulangi langkah ini untuk setiap cerita yang ingin kamu simpan.

    3. Unggah Cerita ke Google Drive:

    • Buka Aplikasi Google Drive

    • Tekan tombol “+” atau pilihan Upload, lalu pilih File dari galeri ponselmu.

    • Pilih cerita yang sudah diunduh dari Instagram dan tersedia di galeri.

    • Proses Unggahan Akan Dimulai. Unggahan akan segera berlangsung ke Google Drive.

    Kamu juga dapat membuat folder khusus untuk menyimpan arsip cerita Instagram agar lebih teratur dan rapi.

    Dengan mengikuti langkah-langkah ini, cerita Instagram milikmu akan aman tersimpan di Google Drive dan bisa diakses kapan saja, meskipun fitur Archive sudah tidak ada lagi.

    Editor: Abdul Hamid

  • Fitur Instagram untuk Melindungi Akun dari Peretasan

    Instagram News,Media Sosial,Social Media,Instagram Error,Berita Instagram,Instagram,Berita Instagram Hari Ini,Hack,Hacker,Peretas Hacker,Peretasan,Peretas,Peretasan Akun Instagram,Tutorial Instagram,Tips Instagram,Trik Instagram Terbaru,Sosial Media
    Ilustrasi Peretasan. Foto: safahad.my.id
    SAFAHAD TechnologyInstagram telah memperkenalkan fitur baru bernama “recently deleted” yang dirancang untuk membantu pengguna melindungi riwayat foto mereka dari potensi peretasan. Menurut laman Engadget, fitur ini bisa memberikan perlindungan tambahan terhadap unggahan sebelum benar-benar dihapus.

    Fitur ini serupa dengan folder ‘recently deleted’ pada perangkat iOS dalam aplikasi foto. Ketika pengguna menghapus suatu unggahan, konten tersebut akan muncul di area terpisah di profil selama 30 hari.

    Meskipun unggahan itu tidak dapat dilihat oleh orang lain, pemilik akun masih memiliki akses jika ingin memulihkannya jika berubah pikiran.




    Menurut penjelasan pihak Instagram, fitur ini ditujukan sebagai langkah pengamanan tambahan bagi akun-akun yang sering menjadi sasaran para peretas. Mereka mencatat bahwa banyak akun pengguna yang diretas setelah menghapus foto mereka terlalu cepat sebelum mendapatkan kembali akses ke akun tersebut.

    Hal ini menjadi masalah serius bagi individu atau bisnis yang bergantung pada platform Instagram. Dengan adanya pembaruan mengenai fitur “recently deleted”, pengguna kini wajib melewati proses verifikasi identitas melalui SMS atau email sebelum melakukan penghapusan permanen atau pemulihan postingan.

    Langkah awalnya mencakup implementasi verifikasi dua langkah. Jika akun Instagram seorang pengguna terkunci akibat peretasan, maka mereka tidak diperbolehkan langsung mengakses unggahan yang sudah dihapus.


    Editor: Abdul Hamid

    Referensi: SAFAHAD

  • Perjalanan ‘Naik Turun’ Mark Zuckerberg Kembangkan Facebook Hingga Hampir Dijual ke MySpace

    SAFAHAD Technology - Meta (dulu Facebook Inc.) kini menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia. Total valuasinya ditaksir mencapai 728 miliar dollar AS (Rp 11.041 triliun).
    Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg
    SAFAHAD Technology – Meta (dulu Facebook Inc.) kini menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia. Total valuasinya ditaksir mencapai 728 miliar dollar AS (Rp 11.041 triliun).

    Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, juga menjadi salah satu orang terkaya di dunia berkat kesuksesannya mengembangkan bisnis Meta. Jauh sebelum Facebook sesukses sekarang, Zuckerberg mengalami jatuh bangun, saat media sosial tersebut pertama kali dikembangkan.

    Pada 2004, Zuckerberg mencari cara untuk mendapat modal demi mengembangkan Facebook. Saat itu ia mencoba peruntungan dengan mengajukan proposal kepada perusahaan media sosial MySpace. Namun, usaha Zuckerberg ditolak mentah-mentah oleh MySpace. MySpace bahkan menolak memberikan modal kepada Zuckerberg sampai dua kali.




    Meski demikian, Zuck masih tetap berupaya mencari cara agar Facebook berkembang. Zuckerberg kemudian bertemu dengan CEO MySpace, Chris DeWolfe. Mereka mendiskusikan soal kemungkinan merger.

    Saat itu, Zuckerberg menawarkan Facebook seharga 75 juta dollar AS (Rp 1,1 triliun). Namun, tawaran ini ditolak bos MySpace. Lebih dari setahun setelah penolakan itu, tepatnya pada akhir tahun 2005, pendiri Facebook itu bertemu lagi dengan CEO MySpace.

    Kali ini, Zuckerberg menawarkan Facebook dengan harga lebih tinggi, sebesar 750 juta dollar AS (Rp 11,3 triliun). Namun, lagi-lagi tawaran Zuckerberg itu ditolak oleh DeWolfe. Terlepas dari penolakan itu, Zuckerberg tampaknya beruntung karena Facebook tak jatuh ke tangan orang lain.


    Sebab, media sosial tersebut makin populer pada tahun-tahun berikutnya.

    Selanjutnya, Akuisisi WhatsApp dan Instagram

    Popularitas Facebook juga mengundang sejumlah perusahaan untuk ikut mengembangkan Facebook. Pada tahun 2007 misalnya, Microsoft membeli 1,6 persen saham Facebook seharga 240 juta dollar AS (Rp 3,6 triliun).

    Investasi tersebut membuat valuasi Facebook meroket menjadi 15 miliar dollar AS (Rp 227 triliun). Kesuksesan Facebook terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Bahkan, trafik Facebook mampu melampaui trafik MySpace sampai dua kali lipat, dihimpun KompasTekno dari PhoneArena, Rabu (12/7/2023).

    Akuisisi WhatsApp dan Instagram

    Berkat kesuksesan Facebook, Zuckerberg kini memiliki sederet media sosial lain, baik bikinan sendiri maupun lewat akuisisi. Instagram misalnya, dibeli Facebook pada April 2012 seharga 1 miliar dollar AS (Rp 15,1 triliun).

    Sejak diakuisisi hingga saat ini, aplikasi Instagram menjadi media sosial independen tanpa dilebur ke produk Facebook lainnya. Tak hanya Instagram, Facebook juga membeli WhatsApp pada Februari 2014.

    Aplikasi pesan instan ini, saat itu sudah memiliki 450 juta pengguna. Kini WhatsApp sudah dipakai miliaran pengguna di seluruh dunia. Terbaru, perusahaan milik Zuck menelurkan aplikasi Threads yang dirancang mirip Twitter. Meski hadir sebagai aplikasi mandiri, Threads terintegrasi dengan Instagram. Oleh karena itu, aplikasi ini memiliki tampilan bernuansa Instagram.[kompas]

  • Sebuah Tindakan Berani yang Mengungkap Prioritas Elon Musk dalam Menghadapi Kebahagiaan Palsu di Era Digital

    SAFAHAD Technology x KRINKZ.CO - Dalam era digital yang semakin berkembang, platform media sosial seperti Instagram telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
    Foto: Chief Executive Officer Tesla Elon Musk masuk ke dalam mobil Tesla saat dia meninggalkan sebuah hotel di Beijing, China 31 Mei 2023. (REUTERS/TINGSHU WANG)
    SAFAHAD Technology x KRINKZ.CO – Dalam era digital yang semakin berkembang, platform media sosial seperti Instagram telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

    Namun, ada sosok yang berani melangkah keluar dari kebiasaan tersebut. Pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk, telah mengambil keputusan berani dengan menghapus aplikasi Instagram sejak tahun 2018.

    Keputusan ini mengejutkan banyak orang, mengingat popularitas Instagram yang merajai dunia media sosial saat ini. Namun, Musk memiliki pandangan yang unik tentang dampak negatif yang ditimbulkan oleh kehadiran platform tersebut dalam hidupnya.




    Bagi Musk, lebih baik dia diserang oleh orang asing di Twitter daripada terjebak dalam kebahagiaan palsu yang ditawarkan oleh Instagram. Dia menganggap bahwa kehidupan nyata dan interaksi sosial yang sebenarnya lebih berharga daripada eksistensi virtual di platform media sosial.

    Musk berpendapat bahwa Instagram, dengan segala keindahannya yang seringkali hanya menjadi gambar palsu, dapat menciptakan tekanan psikologis yang tidak sehat bagi penggunanya.

    Dia percaya bahwa kebahagiaan sejati tidak dapat ditemukan dalam likes, komentar, atau jumlah followers, melainkan dalam hubungan nyata dengan orang-orang di sekitarnya.

    Halaman Selanjutnya…

    Selain itu, Musk beranggapan bahwa Instagram dapat menjadi penghambat kreativitas dan inovasi. Dalam dunia yang dipenuhi oleh tuntutan untuk memperoleh popularitas dan pengakuan, Musk lebih memilih fokus pada pekerjaannya yang memiliki dampak nyata dalam mendorong kemajuan teknologi dan eksplorasi luar angkasa.

    Dalam kesimpulannya, keputusan Elon Musk untuk menghapus aplikasi Instagram sejak tahun 2018 menunjukkan ketegasannya dalam mengejar kehidupan yang lebih bermakna dan autentik di luar dunia maya.

    Meskipun banyak yang menganggapnya aneh, Musk dengan tegas memilih untuk menghadapi kritik dan serangan di Twitter daripada terjerat dalam kehidupan palsu yang ditawarkan oleh platform media sosial.

    Keberanian dan ketegasannya ini menginspirasi kita semua untuk merefleksikan kembali pengaruh platform media sosial terhadap kehidupan kita dan menemukan keseimbangan yang tepat antara kehidupan nyata dan eksistensi virtual.

  • Aplikasi Threads Buatan Meta Pesaing Twitter, Diserbu 5 Juta Pengguna

    SAFAHAD Technology - Elon Musk membatasi jumlah cuitan yang bisa dilihat oleh pengguna di Twitter sejak minggu lalu.
    Threads/APP STORE
    SAFAHAD Technology – Elon Musk membatasi jumlah cuitan yang bisa dilihat oleh pengguna di Twitter sejak minggu lalu. Kini, perusahaan milik Mark Zuckerberg yakni Meta meluncurkan aplikasi pesaing yang diberi nama Threads.

    Threads muncul di Google Play Store pada Senin (3/7). Namun kemudian menghilang. Meta kemudian resmi meluncurkan aplikasi pesaing Twitter itu pada hari ini (6/7). Threads bisa diunduh di Google Play Store maupun App Store.

    Aplikasi Threads diunduh lebih dari lima juta orang dalam empat jam setelah peluncuran. “Baru saja melampaui lima juta pendaftar dalam empat jam pertama,” tulis CEO Meta Mark Zuckerberg melalui akun @zuck di Threads, Kamis (6/7).




    CEO Instagram Adam Mosseri juga berkomentar mengenai peluncuran Threads hari ini. “Kami berharap dapat menghadirkan sebagian dari apa yang kami miliki untuk foto dan video di Instagram ke Threads dengan teks,” kata melalui unggahan Reels di Instagram, Kamis (6/7).

    Ia menjelaskan Meta membangun Threads untuk menciptakan ruang percakapan yang ramah dan terbuka. “Jadi kami akan membawa banyak tools bagus dari Instagram ke Threads,” kata dia.

    Misalnya kata-kata tersembunyi dan batasan, yang memungkinkan pengguna membentuk pengalaman menjadi sesuatu yang sedikit lebih bersahabat.


    Mosseri pun akan ada lebih banyak fitur seputar rekomendasi dan tren di aplikasi Threads.

    Selanjutnya, Hal-hal yang perlu diketahui terkait aplikasi Threads

    Selain itu, perusahaan akan mengintegrasikan protokol ActivityPub yakni beberapa teknologi di balik server dan jaringan aplikasi Mastodon dengan sistem terdesentralisasi.

    Protokol tersebut memungkinkan pengguna membawa pengikut atau followers ke server atau aplikasi lain. Dalam hal ini, Threads kompatibel dengan Mastodon, aplikasi yang juga mirip Twitter.

    “Menurut kami, hal itu akan sangat penting untuk ditawarkan kepada Komunitas Kreator,” ujar dia. Hal-hal yang perlu diketahui terkait aplikasi Threads di antaranya:

    • Pengguna Instagram dapat langsung mengikuti pengguna lain yang memiliki profil publik di Threads atau meminta untuk mengikuti mereka yang memiliki profil pribadi
    • Jika pengguna lain belum memiliki akun Threads, maka akan ditampilkan sebagai ‘tertunda’ sampai mereka bergabung
    • Followers di Instagram dapat mengikuti Anda di Threads saat mereka bergabung
    • Di Threads, pengguna dapat mengikuti dan berhenti mengikuti akun yang berbeda di Threads dan Instagram
    • Jika pengguna memblokir akun di salah satu aplikasi, maka akun yang diblokir tidak dapat melihat Anda di kedua aplikasi
    • Sama seperti di Instagram, pengguna dapat memilih untuk memiliki profil pribadi atau private maupun publik di Threads. Pengaturan ini bisa berbeda dari pengaturan Instagram.[katadata]
  • Artifact, Aplikasi Berita Buatan Pendiri Instagram Hadir di Indonesia

    SAFAHAD Technology - Setelah diumumkan awal Februari lalu, aplikasi agregator berita Artifact kini sudah bisa diunduh (download) dan dicoba oleh pengguna, termasuk di Indonesia.
    Setelah diumumkan awal Februari lalu, aplikasi pengumpul berita Artifact buatan duo pendiri Instagram itu kini sudah bisa didownload di Indonesia.
    SAFAHAD Technology – Setelah diumumkan awal Februari lalu, aplikasi agregator berita Artifact kini sudah bisa diunduh (download) dan dicoba oleh pengguna, termasuk di Indonesia. Artifact ini dibikin oleh duo pendiri Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger.

    Berbeda dari agregator berita lainnya, Artifact menawarkan News Feed (umpan berita) yang berbasis pada kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Jadi, nantinya, pengguna bisa membaca artikel berita yang dipersonalisasi sesuai dengan minatnya.

    Pantauan KompasTekno, pengguna di Indonesia sudah bisa men-download Artifact, baik di toko aplikasi Google Play Store (Android) dan Apple App Store (iOS).Berikut link download Artifact:



    Perlu dicatat, saat ini, aplikasi Artifact hadir dalam versi Early Access. Artinya, pengguna diberi kesempatan untuk menjajal aplikasi lebih awal sebelum resmi dirilis. Menurut keterangan di Google Play Store, Artifact dikembangkan oleh pengembang Nokto.

    Aplikasi ini dapat berjalan di ponsel yang menjalankan sistem operasi Android 6.0 (Marshmallow) atau yang lebih baru. Saat berita ini ditulis, aplikasi News Feed Artifact bikinan pendiri Instagram ini sudah di-download sebanyak lebih dari 10.000 kali di Play Store.

    Tampilan News Feed Artifact

    Sepengalaman KompasTekno, saat pertama kali menggunakan Artifact, pengguna diminta untuk memilih 10 atau lebih topik berita yang diminati. Hal ini bertujuan untuk mempersonalisasi News Feed pengguna.

    Selanjutnya, bila pengguna memiliki langganan di outlet media seperti The New York Times, Washington Post, Financial Time atau media lainnya, pengguna bisa memilihnya. Dengan begitu, Artifact akan memprioritaskan berita-berita dari media tersebut di News Feed pengguna.

    Pengguna juga bisa mengaktifkan fitur “alert” untuk mendapatkan berita sela (breaking news) dan berita lain sesuai minat pengguna.[KompasTekno]