Category: Alquran

  • Surat Yasin: Keutamaan dan Manfaat yang Tersirat

    Al Quran,Islam,Ayat Al Quran,Quran,Al-Quran,Alquran,Surat Yasin,Yasin,Surah Yasin,Yasin Arab,Yasin Latin dan Arab,Yasin Tahtim dan Tahlil,Surah Yasin Surah Yasin,Surat Yasin Latin,Yasin dan Tahlil,Surat Yasin Arab,Yasin Surah,Bacaan Surat Yasin,Yasin Surat,Surat Yasin Lengkap Arab,Teks Surat Yasin,Teks Surat Yasin Arab
    Ilustrasi
    SAFAHAD Technology – Sebagai umat Muslim, kita mengakui bahwa Al-Quran adalah pedoman utama yang memandu kehidupan sehari-hari. Kitab suci ini mengandung segala bentuk pengetahuan yang diperlukan oleh umat Islam di seluruh dunia. Meskipun ada pepatah lama mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia, kita sering lupa bahwa bagi umat Islam, Al-Quran merupakan rumah dari segala ilmu.

    Namun, pertanyaan yang perlu direnungkan adalah: apakah kita sungguh-sungguh menjadikan Al-Quran sebagai panduan hidup? Ataukah ia sekadar menghiasi rak di rumah kita?

    Salah satu surah dalam Al-Quran yang memiliki keistimewaan luar biasa adalah Surah Yasin. Termasuk dalam kategori surah Makkiyah, Surah Yasin terdiri atas 83 ayat yang singkat namun mampu menggugah hati setiap mukmin yang mendengarkannya—bahkan mereka dengan niat buruk dan hati penuh kebencian dapat tersentuh olehnya.




    Ayat-ayat di dalam Surah Yasin memiliki kekuatan untuk menyingkirkan niatan jahat karena sifatnya yang mampu menangkal godaan setan atau jin terhadap manusia untuk melakukan perbuatan dosa.

    Energi dan Kekuatan dalam Surat Yasin

    Berikut beberapa aspek penting dari energi dan kekuatan yang terkandung dalam surat yasin:

    1. Menegaskan iman kepada Allah SWT beserta sifat-sifat-Nya serta tugas-tugas malaikat setia-Nya.

    2. Mengajarkan keimanan pada Al-Quran disertai hadits-hadits yang mencakup banyak ilmu praktis seperti perilaku sehari-hari, moralitas tinggi, tindakan mulia, dan lainnya.

    3. Menyampaikan tentang kekuasaan, keberkahan, serta kemuliaan Allah SWT yang tidak terbatas bagi siapa saja yang beriman dan mencintai-Nya.

    4. Menjelaskan mengenai keimanan pada hari akhir, termasuk surga dan neraka, agar manusia menyadari bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara dan dapat berakhir kapan saja.

    5. Menguraikan kisah-kisah para nabi, termasuk Nabi Isa AS bersama penduduk Anthakiyah dan lainnya.

    Baca Selengkapnya, Keutamaan dari Surat Yasin

    Keutamaan dari Surat Yasin

    Berikut ini adalah beberapa keutamaan dari membaca Surat Yasin:

    1. Untuk Mati Syahid

    Seseorang dapat dianggap mati syahid jika telah membaca Surat Yasin satu kali, yang dinilai setara dengan menyelesaikan bacaan Al-Quran sebanyak sepuluh kali. Lebih lanjut, barang siapa yang membiasakan diri membaca Surat Yasin setiap malam setelah sholat malam hingga akhir hayatnya, maka mereka juga bisa dikatakan mati syahid. Hadits menjelaskan bahwa, “Barangsiapa yang membiasakan membaca yasin setiap malam maka tanpa terduga dia menemui ajalnya, maka matinya dalam keadaan syahid.” (HR. At-Thabrani 7217 berdasarkan pernyataan Anas bin Malik).

    2. Ketenangan Batin

    Jika seseorang rajin berdzikir dan melengkapinya dengan membaca Surat Yasin di pagi hari, ia akan mendapatkan ketenangan batin hingga sore hari. Begitu pula sebaliknya—jika seseorang membiasakan dirinya untuk membaca Surat Yasin pada sore hari, Allah SWT akan memberikan kebahagiaan dan ketenangan hingga keesokan harinya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang menyatakan bahwa “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.” (Ar-Ra’d: 28).

    3. Supaya Mencapai Kesuksesan yang Diinginkan

    Untuk mencapai kesuksesan yang konsisten dalam karir yang Anda inginkan, salah satu pendekatan yang efektif adalah melafalkan Surat Yasin di rumah 25 kali. Praktik ini dapat membantu memenuhi ambisi seperti berkolaborasi dalam usaha bisnis besar dengan individu yang berpengaruh atau terlibat dalam operasi internasional. Menurut sebuah hadits: “Barang siapa yang membaca surat yasin dari pagi hari, maka pekerjaan di hari itu dimudahkan dengan keberhasilan, dan jika membacanya di akhir suatu hari maka tugasnya hingga pagi hari berikutnya akan dimudahkan juga.” (Sunan Darimi, Volume 2, halaman 549)

    4. Pengampunan Dosa

    Salah satu keutamaan Surah Yasin, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At Thabrani, berkaitan dengan pengampunan dosa. Hadits menunjukkan bahwa jika seseorang membaca Surah Yasin di malam hari, dosa-dosa mereka akan diampuni keesokan paginya. Menurut sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membaca (surat) Yasin pada malam hari dengan mengharap keridaan Allah maka diampuni dosa-dosanya.” (HR At Thabrani dan Al-Baihaqi).

    5. Peningkatan Iman dan Pahala

    Dengan membaca dan memahami arti Surah Yasin, seseorang memperoleh wawasan yang lebih dalam tentang keagungan Allah SWT yang luar biasa dan menghargai kematian, ketangguhan, dan perjuangan yang dihadapi oleh para pendakwah di masa lampau dalam menyebarkan Islam. Pemahaman ini secara inheren memperkuat iman seseorang. Selain itu, Rasulullah SAW Bersabda: “Surat Yasin merupakan jantung Al-Quran. Dan siapa yang membaca Yasin akan diberikan pahala sama seperti 10 kali membaca Al-Quran” (HR At-Tirmidzi dan Ad-Darimi).

    Baca Selengkapnya, 6. Memperoleh Kemuliaan

    6. Memperoleh Kemuliaan

    Pada dasarnya, setiap surat dalam Al-Quran memberikan kebaikan kepada pembacanya. Dengan secara teratur membaca Al-Quran, termasuk Surah Yasin, mereka akan dimuliakan oleh Allah SWT. Hal ini didukung oleh Hadis yang menyatakan: “Siapa yang membaca Al-Quran dan beramal dengan isi kandungannya, dianugerahkan kedua ibu bapaknya mahkota di hari kiamat. Cahaya mahkotanya lebih baik dibandingkan dengan cahaya matahari di rumah-rumah yang ada di dunia. Kalaulah demikian itu matahari berada di rumahmu (dipenuhi dengan sinarnya), maka apa sangkaan kamu terhadap yang beramal dengan ini ( Al-Quran),” (HR Abu Daud).

    7. Dianggap sebagai Keluarga oleh Allah SWT

    Pembacaan Al-Quran yang konsisten, termasuk Surah Yasin, memiliki makna dan hak istimewa yang luar biasa. Salah satu manfaat penting adalah dianggap sebagai bagian dari keluarga Allah. Kehormatan ini meluas kepada mereka yang membaca dan menghafal Alquran dengan tekun. Sebagaimana dirujuk dalam Hadis: “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia. Rasulullah SAW ditanya, ’Siapa mereka wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: ’Mereka adalah Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

    8. Mendapatkan Syafaat di Akhirat

    Abu Umamah Al-Bahili RA menyampaikan bahwa ia pernah mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda: “Bacalah oleh kalian Al Quran. Karena ia (Al-Quran) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang rajin membacanya” (HR Muslim).

    9. Jiwa Akan Bersih

    Membaca Al-Quran secara rutin juga memiliki dampak positif dalam murnikan jiwa kita. Hal ini dapat dianalogikan dengan bunga yang memancarkan aroma harum. Keutamaan ini tentunya tidak hanya berlaku untuk surat Yasin saja, melainkan seluruh surat dalam Al-Quran. Abu Musa Al-Asy’ari RA meriwiyatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Perumpamaan seorang mukmin yang rutin membaca Al-Quran yaitu seperti buah Al-Atrujah yang memiliki aroma wangi dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Quran yaitu seperti buah tamr (kurma) tidak memiliki aroma tapi rasanya manis. Perumpamaan seorang munafik tapi rajin membaca Al-Quran adalah seperti buah Raihanah yang memiliki aroma wangi tapi rasanya pahit. Sementara perumpamaan seorang munafik yang tidak rajin membaca Al-Quran adalah seperti buah Hanzhalah yang tidak beraroma dan rasanya juga pahit” (HR Bukhari dan Muslim).

    10. Pemberi Cahaya dalam Kegelapan

    Hal ini selaras dengan hadits Rasulullah SAW yang berarti: “Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan Al-Quran sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari, maka bacalah dengan sungguh-sungguh.” (HR Baihaqi).

    Baca Selengkapnya, 11. Memperoleh Pahala Seperti Orang Bersedekah

    11. Memperoleh Pahala Seperti Orang Bersedekah

    Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Orang yang membaca Al-Quran terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, orang yang membaca Al-Quran secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).

    12. Mempermudah Proses Wafat bagi Mereka yang Akan Meninggal Dunia

    Dalam konteks membantu mereka yang sedang menghadapi akhir hayatnya atau sakaratul maut, nyawanya akan tetap berada hingga kedatangan malaikat ridwan membawa ketenangan menjelang waktu kematiannya tiba. “disunnahkan membaca surat yasin disamping seseorang yang sedang menghadapi kematian.” (Al – Majmu Syarh Al muhadzdzab 5 /76 Dar’alim alkitab).

    “Membaca surat yasin disisinya mayat akan menurunkan banyak rahmat dan berkah dan memudahkan keluarnya ruh.” (Tafsir Alqur’an Al-azhim 6/562 daran nassyr wat tauzi).

    Dengan lebih memahami kandungan dan pesan-pesan dalam Surah Yasin, semoga memotivasi kita semua dapat lebih bijaksana, membaca dan menjadikan Al-Quran sebagai petunjuk hidup nyata daripada hiasan belaka.

    والله أعلمُ
    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

    Rujukan:

  • https://www.gramedia.com/literasi/rahasia-surat-yasin/
  • https://jatim.nu.or.id/keislaman/keistimewaan-membaca-surat-yasin-ZcrrH#:~:text=1.,Allah%20memberikan%20keimanan%20yang%20kukuh.
  • https://kalam.sindonews.com/read/536306/68/rahasia-dan-fadhillah-surat-yasin-yuk-amalkan-1631182149
  • https://www.asadenanyar.com/2015/10/rahasia-surat-yasin.html
  • https://www.liputan6.com/citizen6/read/4601721/7-keutamaan-membaca-surat-yasin-lancarkan-rezeki-hingga-hindarkan-malapetaka
  • https://www.merdeka.com/peristiwa/ini-kedahsyatan-membaca-surat-yasin.html
  • https://bondowoso.jatimnetwork.com/khazanah/pr-1824300461/tidak-disangka-kalimat-kun-fayakun-di-surat-yasin-mengandung-5-rahasia-yang-tidak-banyak-diketahui-apa-itu
  • Ustadz Adi Hidayat: Keistimewaan Nuzulul Quran Membuat Ramadhan Penuh Berkah

    Tak terasa sebentar lagi sudah memasuki malam 17 Ramadhan 1445 H atau bulan Ramadhan 2024.
    Ilustrasi
    SAFAHAD Technology – Tak terasa sebentar lagi sudah memasuki malam 17 Ramadhan 1445 H atau bulan Ramadhan 2024. Dimana malam tersebut biasa disebut dengan malam Nuzulul Quran atau malam diturunkannya Al-Quran.

    Melalui saluran Youtubenya Ustaz Adi Hidayat membagikan keistimewaan Al Quran. Dalam rahasia Nuzulul Quran, Ustaz Adi Hidayat menyebutkan beberapa keistimewaan Al Quran yang semoga membuat Ramadhan kita kali ini menjadi penuh berkah.

    1. Waktu

    Allah memilihkan waktu terbaik untuk diturunkannya Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan pahala.

    2. Pilihan Rasul




    Rasul yang dipilih oleh Allah SWT bukanlah rasul biasa, melainkan rasul yang paling istimewa, yang paling utama, Nabi Muhammad SAW. Yang sebelum Nabi Muhammad SAW terlahir ke muka bumi, semua para nabi dan rasul diminta perjanjian oleh Allah SWT.

    Ditetapkan tanda-tanda kenabian Nabi Muhammad SAW, diambil perjanjian dengan semua rasul dan nabi untuk membantu Nabi Muhammad SAW jikalau Muhammad terlahir di masa mereka dan diminta untuk mengikuti syariat Nabi Muhammad SAW hingga membantu dakwahnya yang diabadikan dalam QS Ali Imron ayat 80.

    3. Pilihan Malaikat

    Malaikat yang diutus untuk menurunkan Al Quran oleh Allah SWT diantara sekian banyak malaikat ditunjuk yang paling mulia, malaikat Jibril. Saat Al Quran diturunkan melalui malaikat Jibril, Jibril naik pangkat menjadi Ruhul Amin, pemimpin para malaikat.

    Selanjutnya, 4. Keutamaan Mukjizat dan Pahala

    4. Keutamaan Mukjizat dan Pahala

    Salah satu mukjizat dari Al Quran menurut Ustaz Adi Hidayat ialah tidak ada satu orang pun yang merasa bosan membaca Al Quran.

    “Karena Al Quran berhubungan dengan ibadah, maka disana ada kaitannya dengan godaan setan yang mengganggu.” Ucap Ustaz Adi Hidayat dikutip oleh Kilat.com pada Selasa, 26 Maret 2024.

    “Makanya saat kita membaca Al Quran selama 3 menit namun sudah merasa ngantuk, tapi kita tidak akan merasa bosan dan terus membacanya lagi.” Kata Ustaz Adi Hidayat melanjutkan.

    Selain itu Al Quran juga menyimpan perkara-perkara yang bahkan belum pernah ditemukan manusia yang bahkan baru disadari di kemudian hari. Semua mukjizat dari Al Quran melahirkan pahala yang dahsyat bagi pembacanya.

    Al Quran yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW salah satu mukjizatnya yang dahsyat ialah kita yang membacanya, kita juga yang mendapat pahalanya.

    Dan jika dibaca bersamaan dengan Lailatul Qodar, maka pahalanya berlipat lebih dari 1000 bulan sama dengan 83 tahun. Dengan mengetahui keistimewaan-keistimewaan tersebut, semoga membuat Ramadhan 2024 kita semakin penuh berkah.

    والله أعلمُ
    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

    Sumber:

  • https://www.kilat.com/khazanah/84412280432/intip-4-keistimewaan-nuzulul-quran-bersama-ustaz-adi-hidayat-yang-membuat-ramadhan-2024-penuh-berkah?page=2
  • Keistimewaan Hujan dalam Islam dan Ayat Tentang Hujan dalam Al Quran

    Ada banyak ayat dalam Alquran yang menjelaskan tentang hujan. Jelaskan proses terjadinya hujan dan pentingnya hal tersebut.
    Ilustrasi: Keistimewaan Hujan dalam Islam dan Ayat Tentang Hujan dalam Al Quran
    SAFAHAD Technology – Ada banyak ayat dalam Alquran yang menjelaskan tentang hujan. Jelaskan proses terjadinya hujan dan pentingnya hal tersebut. Al-Qur’an menggambarkan hujan melalui ayat dalam beberapa surat. Kata hujan disebutkan tidak kurang dari 55 kali dalam Al Quran.

    Hujan merupakan salah satu fenomena alam yang mempunyai banyak manfaat. Berdoa saat hujan sangatlah istimewa karena merupakan waktu yang mustajab untuk terkabulnya doa. Disebutkan dalam hadits bahwa jika turun hujan, itulah waktu yang paling baik untuk berdoa.

    Imam Syafi’i meriwayatkan sebuah hadits dengan sanad mursal dalam Kitab Al-Umm, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Carilah oleh kalian doa yang dikabulkan: di saat kedua pasukan bertemu (di jalan Allah), ketika sholat diiqamahkan, dan ketika hujan turun.”




    Dalam hadits lainnya dari Sahl bin Sa’ad RA, Rasulullah SAW bersabda: “Dua doa yang tidak pernah ditolak, yaitu doa pada waktu azan dan doa pada waktu hujan.” (HR Hakim, disahihkan oleh Adz-Dzahabi 1/113-114).

    Ayat Al-Qur’an tentang Hujan

    Hafidz Muftisany menjelaskan dalam bukunya Ensiklopedia Islam bahwa hujan merupakan salah satu bentuk presipitasi uap air yang berasal dari awan yang terdapat di atmosfer. Proses pemanasan air laut oleh sinar matahari sangat penting agar proses hidrologi dapat berlangsung terus menerus.

    Secara alami siklus ini berulang. Proses terjadinya hujan dijelaskan oleh para ahli, namun kenyataannya proses tersebut telah dijelaskan secara rinci dalam Al-Quran.


    14 abad yang lalu, saat penduduk bumi belum mengetahui proses terjadinya hujan. demikian firman Allah SWT dalam sebuah ayat Al-Quran.

    Selanjutnya, Berikut ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang hujan

    Berikut ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang hujan:

    1. Surat Az-Zukhruf Ayat 11

    وَالَّذِيْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۢ بِقَدَرٍۚ فَاَنْشَرْنَا بِهٖ بَلْدَةً مَّيْتًا ۚ كَذٰلِكَ تُخْرَجُوْنَ

    Artinya: “Yang menurunkan air dari langit dengan suatu ukuran, lalu dengan air itu Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).”

    2. Surat An-Nahl Ayat 10

    هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً لَّكُمْ مِّنْهُ شَرَابٌ وَّمِنْهُ شَجَرٌ فِيْهِ تُسِيْمُوْنَ

    Artinya: “Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu. Sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan yang dengannya kamu menggembalakan ternakmu.”


    3. Surat Ar-Rum Ayat 48

    اَللّٰهُ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ فَتُثِيْرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهٗ فِى السَّمَاۤءِ كَيْفَ يَشَاۤءُ وَيَجْعَلُهٗ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلٰلِهٖۚ فَاِذَآ اَصَابَ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖٓ اِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَۚ

    Artinya: “Allah-lah yang mengirim angin, lalu ia (angin) menggerakkan awan, kemudian Dia (Allah) membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya dan Dia menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya. Maka, apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, seketika itu pula mereka bergembira.” (QS Ar-Rūm: 48).

    4. Surat An-Nur Ayat 43

    اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ يُزْجِيْ سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهٗ ثُمَّ يَجْعَلُهٗ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلٰلِهٖۚ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاۤءِ مِنْ جِبَالٍ فِيْهَا مِنْۢ بَرَدٍ فَيُصِيْبُ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَصْرِفُهٗ عَنْ مَّنْ يَّشَاۤءُۗ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهٖ يَذْهَبُ بِالْاَبْصَارِ ۗ

    Artinya: “Tidakkah engkau melihat bahwa sesungguhnya Allah mengarahkan awan secara perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu menjadikannya bertumpuk-tumpuk. Maka, engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya. Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung. Maka, Dia menimpakannya (butiran-butiran es itu) kepada siapa yang Dia kehendaki dan memalingkannya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (QS An-Nūr: 43).

    5. Surat Al-Hijr Ayat 22

    وَاَرْسَلْنَا الرِّيٰحَ لَوَاقِحَ فَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَسْقَيْنٰكُمُوْهُۚ وَمَآ اَنْتُمْ لَهٗ بِخٰزِنِيْنَ

    Artinya: “Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan). Maka, Kami menurunkan hujan dari langit lalu memberimu minum dengan (air) itu, sedangkan kamu bukanlah orang-orang yang menyimpannya.” (QS Al-Ḥijr: 22).

    6. Surat Ar-Ra’d Ayat 17

    اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَسَالَتْ اَوْدِيَةٌ ۢ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَّابِيًا ۗوَمِمَّا يُوْقِدُوْنَ عَلَيْهِ فِى النَّارِ ابْتِغَاۤءَ حِلْيَةٍ اَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِّثْلُهٗ ۗ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ ەۗ فَاَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاۤءً ۚوَاَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِى الْاَرْضِۗ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ ۗ

    Artinya: “Dia telah menurunkan air dari langit, lalu mengalirlah air itu di lembah-lembah sesuai dengan ukurannya. Arus itu membawa buih yang mengambang. Dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buih seperti (buih arus) itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang hak dan batil. Buih akan hilang tidak berguna, sedangkan yang bermanfaat bagi manusia akan menetap di dalam bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan.” (QS Ar-Ra’d: 17).

    Selanjutnya, 7. Surat Al-Mu’minun Ayat 18

    7. Surat Al-Mu’minun Ayat 18

    وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۢ بِقَدَرٍ فَاَسْكَنّٰهُ فِى الْاَرْضِۖ وَاِنَّا عَلٰى ذَهَابٍۢ بِهٖ لَقٰدِرُوْنَ ۚ

    Artinya: “Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran. Lalu, Kami jadikan air itu menetap di bumi dan sesungguhnya Kami Maha Kuasa melenyapkannya.” (QS Al-Mu’minūn: 18).

    8. Surat Al-Qamar Ayat 11-12

    فَفَتَحْنَآ اَبْوَابَ السَّمَاۤءِ بِمَاۤءٍ مُّنْهَمِرٍۖ وَّفَجَّرْنَا الْاَرْضَ عُيُوْنًا فَالْتَقَى الْمَاۤءُ عَلٰٓى اَمْرٍ قَدْ قُدِرَ ۚ

    Artinya: “Lalu, Kami membukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Kami pun menjadikan bumi menyemburkan banyak mata air. Maka, berkumpullah semua air itu sehingga (meluap dan menimbulkan) bencana yang telah ditetapkan.” (QS Al-Qamar: 11-12).

    9. Surat Al-Ahqaf Ayat 24

    فَلَمَّا رَاَوْهُ عَارِضًا مُّسْتَقْبِلَ اَوْدِيَتِهِمْ قَالُوْا هٰذَا عَارِضٌ مُّمْطِرُنَا ۗبَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهٖ ۗرِيْحٌ فِيْهَا عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ

    Artinya: “Maka, ketika melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.” (Bukan), tetapi itu azab yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, (yaitu) angin yang mengandung azab yang sangat pedih.” (QS Al-Aḥqāf: 24).

    10. Al-A’raf Ayat 57

    وَهُوَ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ بُشْرًاۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖۗ حَتّٰٓى اِذَآ اَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنٰهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَاَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاۤءَ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِۗ كَذٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتٰى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

    Artinya: “Dialah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira yang mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan) sehingga apabila (angin itu) telah memikul awan yang berat, Kami halau ia ke suatu negeri yang mati (tandus), lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang mati agar kamu selalu ingat.” (QS Al-A’rāf: 57).

    Hadist Tentang Hujan

    Hujan juga disebutkan berkali-kali dalam hadits. Sabda Nabi SAW menjelaskan bahwa hujan merupakan rahmat dan anugerah dari Allah SWT. Menurut Seperti yang dikisahkan Zaid bin Khalid Al-Juhaini Radhiallahu ‘anhu (RA), saat itu Nabi SAW sedang mengimami salat subuh di Hudaibiyah setelah hujan malam itu.

    Usai salat, Nabi Muhammad SAW menghadapkan wajahnya kepada pada para jamaah dan bersabda, “Tahukah kalian apa yang sudah difirmankan oleh Rabb kalian?”. Para jamaah kemudian menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

    Selanjutnya, Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda

    Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda, “(Allah berfirman) Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan: (doa di atas), maka dia beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kita diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dia kufur kepada-Ku dan beriman pada bintang-bintang.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Hadits lain terkait hujan berasal dari Ibnu Mas’ud RA. Dalam hadits ini, curah hujan disebutkan sama tiap tahunnya. “Tidak ada tahun yang lebih sedikit curah hujannya daripada tahun yang lain,” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra).

    والله أعلمُ
    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

    Referensi:

  • https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7149839/hujan-dalam-pandangan-islam-ciptaan-allah-yang-dijelaskan-melalui-puluhan-ayat-al-quran
  • Keutamaan Surah An Nas beserta Arti

    Surat An-Nas merupakan surat ke-114 yang terdiri dari enam ayat. Surat ini turun di Makkah, atau disebut sebagai makiyah.
    Keutamaan Surah An Nas beserta Arti
    SAFAHAD TechnologySurat An-Nas merupakan surat ke-114 yang terdiri dari enam ayat. Surat ini turun di Makkah, atau disebut sebagai makiyah. Bersama dengan Al-Ikhlas dan Surat Al-Falaq surat ini sering dibacakan imam saat rekaat kedua salat berjemaah maupun orang yang salat sendirian.

    Pilihan ini masuk akal karena surat-surat ini pendek. Surat ini juga sering dibacakan saat rekaat kedua salat tarawih, maupun witir. Di salat witir, dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW membacakan tiga surat ini sekaligus di rekaat ketiga.

    Surat Al-Falaq dan surat An-Nas juga sering dibaca saat hendak tidur. Sebab, kedua surat ini merupakan surat Al-Mu’awwidzatain atau surat yang melindungi.




    Karena itu, umat Islam sering membacanya sebagai doa agar terlindung dari gangguan jin maupun manusia. Surat Al-Mu’awwidzatain ini dibaca untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.

    Keutamaan Surat Al-Mu’awwidzatain

    Mengutip berbagai sumber, surat Al-Mu’awwidzatain, termasuk An-Nas memiliki berbagai keutamaan. Berikut adalah keutamaannya.

    Pertama, Al-Mu’awwidzatain adalah sebaik-baiknya surat untuk mendapatkan perlindungan Allah dari gangguan jin dan manusia.


    Asma’ binti Abu Bakar Ash-Shiddiq meriwayatkan bahwa barang siapa yang membaca surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas sebanyak 7 kali usai shalat Jum’at dan dibaca di tempat duduknya, maka ia mendapat perlindungan hingga Jum’at berikutnya.

    Selanjutnya, Halaman 2

    Kedua, membaca Al-Mu’awwidzatain ketika akan tidur dan ketika bangun tidur. Hal ini tertera dalam hadis bahwa setiap muslim harus membaca setiap malam. Salah satunya diriwayatkan oleh sahabat Nabi, Uqbah bin Amir. Rasulullah berpesan

    يَاعُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ أَلآ أُعَلِّمُكَ سُوَرًا مَاأُنْزِلَتْ فِي التَّوْرَاةِ وَلَافِي الزَّبُوْرِ وَلَافِي الْإِنْجِيْلِ وَلَافِي الْفُرْقَانِ مِثْلَهُنَّ? لَايَأْتِيْ عَلَيْكَ لَيْلَةٌ إِلَّا قَرَاْتَهُنَّ فِيْهَا: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ وَ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ

    Artinya : Wahai Uqbah bin Amir, maukah aku ajarkan kepadamu beberapa surat (Al-Qur’an) yang tidak diturunkan dalam Taurat, Zabur, Injil, ataupun Al-Furqan (Al-Qur’an) yang serupa dengannya? Bacalah surat-surat tersebut pada setiap malam, yaitu Qul huwallahu ahad (Al-Ikhlas), Qul a’udzu bi rabbil falaq (Al-Falaq), dan Qul a’udzu bi rabbin nas (An-Nas).
    Setelah itu, khususnya sebelum tidur, ia membacanya dan tidak meninggalkannya karena Rasulullah yang menyuruh Uqbah.

    Ketiga, surat Al-Mu’awwidzatain dan Al-Ikhlas dibacakan kepada kepada orang sakit.
    Ketika salah seorang keluarga sakit, maka Nabi meniupkan kepadanya dengan Al-Mu’awwidzatain. Begitu pula tatkala Nabi sakit, maka membacakan surat ini untuk dirinya Al-Mu’awwidzatain dan meniup tangannya serta mengusap pada organ yang sakit dengan tangannya.

    Kisah lainnya dari Ali bin Abi Thalib yang melihat Rasulullah disengat oleh kalajengking saat melakukan salat malam. Nabi memukul hewan itu dengan sandal sampai mati.

    Usai salat, Nabi meminta mengambilkan garam dan air yang diletakkan di dalam gelas. Lalu menyiramkannya ke atas jari yang tersengat, kemudian mengusapnya sembari membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Mu’awwidzatain.

    Selanjutnya, Bacaan Surah An Nas beserta Arti

    Bacaan Surah An Nas beserta Arti

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ

    1. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia.

    مَلِكِ النَّاسِۙ

    2. Raja manusia.

    اِلٰهِ النَّاسِۙ

    3. sembahan manusia.

    مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ

    4. dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi

    الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ

    5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

    مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

    6. dari (golongan) jin dan manusia.”.

    والله أعلمُ
    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

    Sumber: Safahad